JATIMTIMES - Menjelang Hari Raya Idulfitri, suasana di berbagai pusat perbelanjaan biasanya semakin ramai. Toko pakaian, pasar tradisional, hingga mal besar dipadati masyarakat yang berburu baju baru untuk Lebaran.
Tradisi membeli baju baru menjelang Idulfitri sudah menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat Indonesia. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak keluarga yang menyiapkan pakaian baru bahkan membeli seragam agar bisa tampil kompak saat hari raya tiba.
Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa
Namun, tidak sedikit juga orang yang memilih mengenakan pakaian terbaik yang sudah dimiliki, terutama bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk membeli baju baru. Lantas, bagaimana sebenarnya hukum memakai baju baru saat Lebaran dalam pandangan Islam? Apakah hal tersebut merupakan sunnah atau hanya sekadar tradisi yang berkembang di masyarakat?
Anjuran Mengenakan Pakaian Terbaik di Hari Raya
Dalam Islam, tidak ada perintah khusus yang mewajibkan umat Muslim mengenakan baju baru saat Hari Raya Idulfitri. Namun, terdapat anjuran untuk memakai pakaian terbaik ketika merayakan dua hari raya besar umat Islam, yaitu Idulfitri dan Iduladha.
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis berikut:
عَنِ الْحَسَنِ ابْنِ عَلِيٍّ قَالَ: أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم فِى الْعِيدَيْنِ أَنْ نَلْبِسَ أَجْوَدَ مَا نَجِدُ ... (رواه البيهقي والحاكم)
“Diriwayatkan dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata, ‘Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.’” (HR. Al-Baihaqi dan Al-Hakim)
Selain itu, kebiasaan mengenakan pakaian terbaik saat hari raya juga dilakukan oleh para sahabat Nabi. Hal tersebut diriwayatkan dalam hadis berikut:
عَنْ نَافِعٍ : أَنَّ ابْنَ عُمَرَ كَانَ يَلْبَسُ فِى الْعِيدَيْنِ أَحْسَنَ ثِيَابِهِ. (رواه البيهقي وابن أبي الدنيا بإسناد صحيح)
“Diriwayatkan dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar RA memakai baju terbaiknya di dua hari raya.” (HR. Al-Baihaqi dan Ibnu Abi Dunya dengan sanad shahih)
Dari hadis tersebut dapat dipahami bahwa memakai pakaian yang bagus saat Idulfitri merupakan hal yang dianjurkan. Namun, hadis tersebut tidak secara khusus memerintahkan umat Islam untuk membeli atau memakai baju baru.
Kisah Tentang Baju Baru dalam Hadis
Dalam sebuah hadis riwayat lain, diceritakan bahwa Abdullah bin Umar RA pernah melihat Umar bin Khattab membeli jubah berbahan sutra di pasar. Ketika Rasulullah SAW datang, Umar menyarankan agar Nabi membeli pakaian tersebut untuk dipakai saat hari raya dan menyambut tamu.
Namun Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا هَذِهِ لِبَاسُ مَنْ لاَ خَلاَقَ لَهُ
“Pakaian seperti ini membuat seseorang tidak mendapatkan bagian di akhirat.” (HR. Bukhari, no. 948)
Larangan tersebut berkaitan dengan penggunaan pakaian sutra bagi laki-laki, yang memang tidak diperbolehkan dalam Islam. Akan tetapi, hadis ini tidak melarang umat Islam untuk mengenakan pakaian yang bagus saat hari raya.
Penjelasan Ulama tentang Baju Baru Saat Lebaran
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, KH Yahya Zainul Ma’arif atau Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya yang dibagikan dalam channel Youtube Al-Bahjah TV, menjelaskan bahwa membeli baju baru saat Lebaran merupakan kebiasaan yang berkembang di masyarakat.
Menurutnya, Islam tidak melarang seseorang untuk mengenakan pakaian yang bagus atau bahkan baru saat hari raya. Para ulama bahkan menyebutkan bahwa mengenakan pakaian yang bagus ketika Idulfitri termasuk bagian dari sunnah.
Namun Buya Yahya juga menekankan bahwa esensi dari hari raya bukan terletak pada pakaian baru, melainkan pada peningkatan iman dan ketakwaan seseorang.
Ia juga mengingatkan agar tidak memaksakan diri membeli baju baru jika memang tidak memiliki kemampuan. Hal yang paling penting adalah mengenakan pakaian yang menutup aurat dan pantas digunakan untuk beribadah.
Sunnah-Sunnah yang Dianjurkan Saat Idulfitri
Selain mengenakan pakaian terbaik, ada beberapa sunnah lain yang dianjurkan untuk dilakukan pada Hari Raya Idulfitri.
1. Mandi Sebelum Berangkat Salat Id
Mandi sebelum melaksanakan salat Id merupakan salah satu sunnah yang dianjurkan.
Dari Ali bin Abi Thalib RA, seseorang pernah bertanya tentang mandi yang dianjurkan. Ali menjawab:
Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
“Mandilah setiap hari jika kamu mau.” Orang tersebut berkata, “Bukan itu maksudku. Mandi apa yang dianjurkan?” Ali menjawab, “Mandi pada hari Jumat, hari Arafah, hari Iduladha dan Idulfitri.” (HR. Al-Baihaqi, 3: 278. Syaikh Al-Albani menyatakan sanad hadis ini shahih dalam Al-Irwa’, 1: 177)
2. Makan Sebelum Salat Idulfitri
Rasulullah SAW memiliki kebiasaan makan terlebih dahulu sebelum berangkat salat Idulfitri.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat salat ‘ied pada hari Idulfitri dan sebelumnya beliau makan terlebih dahulu.” (HR. Ahmad 5: 352. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth menyatakan hadis ini hasan)
3. Memperbanyak Takbir
Umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir sebagai bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan.
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
4. Melalui Jalan yang Berbeda ketika Pergi dan Pulang Salat Id
Dari Jabir RA, ia berkata:
عَنْ جَابِرٍ قَالَ كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika hari raya biasanya melalui jalan yang berbeda antara saat pergi dan pulang dari tempat salat.” (HR. Bukhari, no. 986)
5. Saling Mengucapkan Selamat dan Mendoakan
Tradisi saling mengucapkan selamat pada Hari Raya juga sudah dikenal sejak masa sahabat Nabi.
Dari Jubair bin Nufair, ia berkata:
فعن جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ : كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اِلْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ : تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
“Para sahabat Rasulullah SAW ketika bertemu pada hari raya saling mengucapkan: Taqabbalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian).” Al-Hafizh Ibnu Hajar menyebut sanad hadis ini hasan (Fath Al-Bari, 2: 446).
Memakai baju baru saat Lebaran sebenarnya bukan kewajiban dalam Islam. Yang dianjurkan adalah mengenakan pakaian terbaik yang dimiliki sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya.
Jika seseorang memiliki rezeki untuk membeli baju baru, hal tersebut diperbolehkan bahkan bisa menjadi bagian dari sunnah selama tidak berlebihan. Namun bagi yang tidak mampu, mengenakan pakaian terbaik yang sudah dimiliki tetaplah cukup dan tidak mengurangi makna dari Hari Raya Idulfitri.
Yang terpenting dari perayaan Idulfitri bukanlah pakaian baru, melainkan kembali kepada kesucian hati, meningkatkan keimanan, serta mempererat silaturahmi antar sesama.
