Bacaan Takbir Idulfitri Dibaca Sampai Kapan? Ini Batasannya

Reporter

Binti Nikmatur

21 - Mar - 2026, 08:25

Ilustrasi takbir keliling. (Foto: Shutterstock)

JATIMTIMES - Momen Hari Raya Idulfitri, umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah SWT. Kumandang takbir biasanya mulai terdengar sejak malam Lebaran, baik di masjid, musala, maupun di rumah-rumah warga.

Namun, tidak sedikit yang bertanya-tanya, sampai kapan sebenarnya bacaan takbir Idulfitri dianjurkan untuk dilantunkan?

Baca Juga : Diskon Tarif Tol 30 Persen Saat Arus Balik Lebaran 2026, Cek Jadwal dan Ruas Tol yang Berlaku

Anjuran membaca takbir pada Idulfitri memiliki dasar dari Al-Qur’an. Allah SWT berfirman:

وَلِتُكۡمِلُواْ ٱلۡعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡ وَلَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Artinya, “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).

Berdasarkan ayat tersebut, para ulama menjelaskan bahwa takbir Idulfitri mulai dianjurkan sejak matahari terbenam pada malam 1 Syawal, menandai berakhirnya bulan Ramadan.

Sejak saat itu, umat Islam dianjurkan mengumandangkan takbir sebagai bentuk rasa syukur setelah menyelesaikan ibadah puasa selama sebulan penuh.

Takbir Idulfitri dianjurkan terus dibaca hingga dimulainya pelaksanaan salat Id. Bagi umat Islam yang melaksanakan salat Id secara berjamaah, bacaan takbir biasanya berlangsung sampai imam memulai salat dengan takbiratul ihram.

Sementara bagi yang melaksanakan salat Id sendirian, takbir dibaca hingga dirinya memulai salat Id.

Ada pula pendapat ulama lain yang menyebutkan bahwa batas akhir membaca takbir adalah sampai masuk waktu yang dianjurkan untuk melaksanakan salat Id.

Dengan kata lain, takbir Idulfitri umumnya dikumandangkan sejak malam Lebaran hingga menjelang pelaksanaan salat Id pada pagi hari.

Dalam praktiknya, bacaan takbir Idulfitri terbagi menjadi dua jenis, yaitu takbir muqayyad dan takbir mursal.

Takbir muqayyad merupakan takbir yang dianjurkan dibaca setelah melaksanakan salat, baik salat wajib maupun salat sunnah. Sedangkan takbir mursal adalah takbir yang dapat dibaca kapan saja dan di mana saja, tidak terbatas pada waktu tertentu.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’, Syarhul Muhadzdzab menjelaskan bahwa lafaz takbir yang paling dasar dibaca sebanyak tiga kali, yakni:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar.”

Selain tiga takbir tersebut, umat Islam juga dapat menambahkannya dengan dzikir sebagaimana dzikir dan takbir yang dibaca Rasulullah SAW di Bukit Shafa sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Berikut bacaannya:
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الِلّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الكَافِرُوْنَ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَهَزَمَ الاَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ

Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.

Artinya, “Allah maha besar. Segala puji yang banyak bagi Allah. Maha suci Allah pagi dan sore. Tiada tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya, memurnikan bagi-Nya sebuah agama meski orang kafir tidak menyukainya. Tiada tuhan selain Allah yang esa, yang menepati janji-Nya, membela hamba-Nya, dan sendiri memorak-porandakan pasukan musuh. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar.”

Selain itu, masyarakat Indonesia juga sering membaca lafal takbir yang lebih ringkas berikut ini:

اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ لَا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ

Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu.

Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tiada tuhan selain Allah. Allah maha besar. Segala puji bagi-Nya.”

Demikian informasi soal batasan bacaan takbir saat salat idulfitri. Hal ini berbeda dengan momen takbir saat iduladha, dimana jemaah mengumandangkan takbir hingga 5 hari mulai dari subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) hingga waktu asar pada hari Tasyrik terakhir (13 Dzulhijjah).