JATIMTIMES - Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam biasanya semakin meningkatkan ibadah. Banyak orang memperbanyak salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga beritikaf untuk meraih keberkahan di malam-malam terakhir yang diyakini penuh keutamaan.
Namun di tengah semangat beribadah tersebut, sebagian orang justru mengalami kondisi kurang sehat. Tubuh terasa lemas, flu, demam, atau penyakit lain yang datang menjelang akhir Ramadhan.
Baca Juga : Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-24 Ramadan, Dijanjikan 24 Doa Mustajab
Kondisi ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah sakit di akhir Ramadhan memiliki makna khusus dalam pandangan Islam? Benarkah itu tanda dosa dihapus?
Dalam ajaran Islam, sakit tidak selalu dimaknai sebagai sesuatu yang buruk. Selain sebagai ujian, sakit juga dapat menjadi sarana bagi seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Saat sakit, seseorang biasanya lebih banyak berdoa, beristighfar, dan memohon kesembuhan. Kondisi ini secara tidak langsung membuat hati menjadi lebih dekat dengan Allah.
Selain itu, sakit juga dapat melatih kesabaran dan keteguhan iman seseorang dalam menjalani ujian hidup.
Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Qur'an Banjarnegara, Kiai Abdul Fatah Al Hafidz, menjelaskan bahwa ada sejumlah hikmah yang bisa dipetik ketika seseorang jatuh sakit, khususnya pada penghujung Ramadhan.
"Yang pertama, dapat menggugurkan dosa kalau dijalani dengan sabar. Yang Kedua, mengingatkan nikmat sehat sehingga lebih banyaknya bersyukur. Dan terakhir menjadi pelajaran nanti ketika sembuh bisa lebih menjaga diri agar tidak kembali sakit," kata Kiai Abdul Fatah, dikutip Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, Allah SWT memiliki banyak cara untuk mengangkat derajat seorang hamba. Salah satunya melalui kondisi sakit yang membuat seseorang lebih sering berdoa dan memohon ampun.
Dalam situasi seperti itu, seorang muslim biasanya lebih banyak mengucapkan istighfar, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah.
"Semakin banyak halangan semakin banyak pahala. Mungkin akumulasi dari padatnya kegiatan di Ramadhan ini, jadi kondisi badan juga menurun di akhir Ramadhan. Jadi yang saat ini sedang sakit, semoga Allah segera mengangkat penyakitnya dan memberikan kesembuhan yang paripurna," tambahnya.
Baca Juga : Khutbah Jumat 13 Maret 2026: Cara Meraih Lailatul Qadar dengan 4 Amalan
Meski sakit bisa menjadi sarana penghapus dosa, umat Islam tetap dianjurkan menjaga kesehatan tubuh. Apalagi selama Ramadhan aktivitas ibadah sering meningkat, sehingga kondisi fisik perlu tetap dijaga.
Jika sakit cukup berat hingga tidak memungkinkan menjalankan ibadah tertentu, seperti puasa atau aktivitas fisik lainnya, Islam memberikan keringanan.
Seseorang diperbolehkan tidak berpuasa sementara waktu dan menggantinya di hari lain setelah kondisi tubuh kembali sehat.
Selain itu, mencari pengobatan juga dianjurkan dalam ajaran Islam. Nabi Muhammad SAW sendiri menganjurkan umatnya untuk berusaha mendapatkan kesembuhan melalui pengobatan yang tepat.
Karena itu, ketika mengalami sakit, seseorang tidak perlu ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis atau menjalani perawatan yang diperlukan.
Dengan tetap menjaga kesehatan fisik sekaligus memperkuat spiritualitas, umat Islam diharapkan dapat melewati ujian sakit di akhir Ramadhan dengan kesabaran serta keyakinan bahwa setiap ujian dari Allah SWT mengandung hikmah yang baik bagi hamba-Nya.
