Ketika Kekayaan Datang, Ujian Zakat Dimulai

Editor

Dede Nana

15 - Mar - 2026, 08:49

Ilustrasi bagaimana kekayaan justru menjadi ujian bagi sebagian orang, utamanya terkait zakat (ist)

JATIMTIMES - Perubahan nasib dari miskin menjadi kaya tidak selalu diiringi perubahan sikap yang lebih baik. Dalam sejumlah riwayat pada masa Nabi Muhammad SAW, terdapat kisah yang menunjukkan bagaimana kekayaan justru menjadi ujian bagi sebagian orang. Kisah ini tercatat dalam kitab Shahih Muslim melalui riwayat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Diceritakan bahwa suatu ketika Nabi Muhammad SAW menugaskan Umar bin Khattab untuk mengumpulkan zakat dari kaum Muslimin. Dalam proses pengumpulan tersebut, muncul laporan mengenai beberapa nama yang disebut tidak menunaikan kewajiban zakat. Di antara mereka adalah Ibnu Jamil, Khalid bin Walid, dan Abbas yang merupakan paman Nabi SAW.

Baca Juga : Panduan Lengkap Salat Idulfitri 2026: Niat, Bacaan, Tata Cara hingga Doa

Mendengar laporan tersebut, Nabi Muhammad SAW memberikan penjelasan yang meluruskan berbagai tudingan itu. Tentang Ibnu Jamil, Nabi SAW menjelaskan bahwa sikapnya berkaitan dengan perubahan kondisi hidup yang baru saja dialaminya.

“Sesungguhnya Ibnu Jamil tidaklah menolak kecuali karena dahulu ia orang miskin, kemudian Allah menjadikannya kaya,” sabda Nabi SAW sebagaimana diriwayatkan dalam hadis tersebut.

Ucapan Nabi SAW itu menggambarkan bagaimana sebagian orang yang baru merasakan kelapangan harta terkadang justru lupa terhadap kewajiban berbagi. Kekayaan yang datang tiba tiba dapat membuat seseorang lalai bahwa di dalam hartanya terdapat hak orang lain.

Sementara itu, tudingan terhadap Khalid bin Walid ditepis langsung oleh Nabi SAW. Beliau menjelaskan bahwa Khalid telah mengalokasikan hartanya untuk kepentingan perjuangan di jalan Allah.

Nabi SAW bersabda, “Adapun Khalid, kalian menzaliminya. Ia telah menyiapkan perlengkapan dan perbekalan untuk berjihad di jalan Allah.”

Adapun mengenai Abbas, Nabi SAW menjelaskan bahwa urusan zakatnya berada dalam tanggungan beliau sendiri. Dalam hadis tersebut Nabi SAW juga mengingatkan Umar bin Khattab tentang kedudukan Abbas sebagai paman yang memiliki hubungan dekat dengan beliau.

Baca Juga : Ramalan Zodiak 20 Maret 2026: Aries Penuh Keberanian, Taurus Diminta Fokus Prioritas

Peristiwa ini menunjukkan bahwa zakat bukan sekadar kewajiban finansial, melainkan bagian dari sistem keadilan sosial dalam Islam. Melalui zakat, kekayaan tidak hanya beredar pada kelompok tertentu, tetapi juga memberi manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Allah SWT menegaskan pentingnya zakat dalam Al Quran. Dalam Surah At Taubah ayat 103 disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka.”

Rasulullah SAW juga menekankan bahwa zakat merupakan bagian tak terpisahkan dari fondasi Islam. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, beliau bersabda, “Islam dibangun atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan salat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa di bulan Ramadan.”

Selain itu, Nabi SAW juga mengingatkan bahwa zakat berperan menjaga keberkahan harta. Dalam sebuah hadis disebutkan, “Jagalah harta kalian dengan zakat, obatilah orang sakit kalian dengan sedekah, dan hadapilah musibah dengan doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh Thabrani dan Abu Nuaim.