Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Agama

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-27 dan 28 Ramadan, Dimudahkan Melewati Shirath hingga Diangkat 1.000 Derajat di Surga

Penulis : Mutmainah J - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

16 - Mar - 2026, 16:56

Placeholder
Ilustrasi salat tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan menjadi waktu yang sangat dinantikan oleh umat Islam di seluruh dunia. Selain sebagai bulan penuh ampunan, Ramadan juga dikenal sebagai bulan yang dipenuhi keberkahan dan pahala berlipat ganda bagi setiap amal ibadah yang dilakukan. Karena itu, banyak umat Muslim yang berusaha memaksimalkan ibadah, terutama pada malam-malam terakhir Ramadan.

Salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan selama bulan suci ini adalah salat tarawih. Ibadah yang dilakukan setelah salat Isya tersebut memiliki berbagai keutamaan, terlebih ketika dikerjakan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan. Dalam beberapa kitab klasik, dijelaskan pula bahwa setiap malam Ramadan memiliki keutamaan tersendiri bagi orang yang melaksanakan salat tarawih.

Baca Juga : Hukum Merayakan Lebaran Ketupat dalam Islam, Tradisi Jawa yang Sarat Makna Silaturahmi

Salah satu kitab yang menjelaskan tentang keutamaan tersebut adalah Kitab Durratun Nashihin karya Syekh Al-Khaubawi. Dalam kitab tersebut diterangkan berbagai keutamaan salat tarawih di setiap malam Ramadan, termasuk pada malam ke-27 dan malam ke-28 yang berada di penghujung bulan suci.

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-27 Ramadan

Malam ke-27 Ramadan sering dianggap sebagai salah satu malam istimewa karena berada di penghujung bulan suci dan berdekatan dengan malam Lailatul Qadar. Pada malam ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak doa.

Dalam Kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam ke-27 Ramadan akan mendapatkan pertolongan besar dari Allah SWT ketika hari kiamat tiba. Ia akan dimudahkan saat melewati jembatan shirathal mustaqim, bahkan digambarkan melintasinya dengan sangat cepat, seperti sambaran kilat.

Keterangan tersebut tertulis dalam kitab sebagai berikut:

وَفِى اللَّيْلَةِ السَّابِعَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ جَازَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ عَلَى الصِّرَاطِ كَاْلبَرْقِ اْلخَاظِفِ

Artinya: Pada malam kedua puluh tujuh, pada hari kiamat ia akan melewati jembatan shirathal mustaqim secepat sambaran kilat.

Shirathal mustaqim merupakan jembatan yang terbentang di atas neraka dan harus dilalui oleh seluruh manusia pada hari kiamat. Dalam berbagai penjelasan ulama, jembatan ini digambarkan sangat tipis dan tajam. Setiap manusia akan melewatinya sesuai dengan amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Ada yang mampu melewatinya dengan sangat cepat seperti kilat, ada yang secepat angin, ada pula yang berjalan perlahan. Bahkan sebagian orang bisa tergelincir dan jatuh ke dalam neraka jika amal perbuatannya tidak mencukupi.

Karena itu, setiap amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas, termasuk salat tarawih, diyakini menjadi salah satu bekal penting yang dapat menolong seseorang ketika melewati shirath tersebut.

Allah SWT juga telah menjelaskan mengenai peristiwa ini dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Maryam ayat 71–72:

"Dan tidak ada seorang pun di antara kamu melainkan akan mendatanginya (neraka). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu ketetapan yang sudah ditetapkan. Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan membiarkan orang-orang zalim di dalamnya dalam keadaan berlutut." (QS. Maryam: 71–72)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan melewati tahap tersebut, sehingga amal ibadah selama di dunia sangat menentukan keselamatan di akhirat kelak.

Baca Juga : Liburan ke Timur Tengah Batal? Ini 6 Destinasi Alternatif yang Tak Kalah Menarik

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-28 Ramadan

Selain malam ke-27, malam ke-28 Ramadan juga memiliki keutamaan yang besar bagi orang yang melaksanakan salat tarawih. Dalam Kitab Durratun Nashihin disebutkan bahwa Allah SWT akan mengangkat derajat orang yang melaksanakan salat tarawih pada malam tersebut hingga seribu derajat di surga.

Hal ini tertulis dalam keterangan berikut:

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّامِنَةِ وَاْلعِشْرِيْنَ يَرْفَعُ اللهُ لَهُ اَلْفَ دَرَجَةٍ فِى اْلجَنَّةِ

Artinya: Pada malam kedua puluh delapan, Allah akan mengangkat seribu derajat baginya di surga.

Derajat di surga menggambarkan kedudukan dan kemuliaan seseorang di sisi Allah SWT. Semakin tinggi derajat seseorang, semakin besar pula kenikmatan dan kemuliaan yang akan diperolehnya di akhirat.

Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tetap menjaga semangat ibadah hingga akhir Ramadan. Jangan sampai semangat beribadah justru menurun ketika bulan suci hampir berakhir.

Sepuluh malam terakhir Ramadan memang dikenal sebagai waktu yang sangat istimewa. Pada periode ini terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan.

Rasulullah SAW bahkan mencontohkan untuk lebih bersungguh-sungguh dalam beribadah pada malam-malam terakhir Ramadan. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa beliau meningkatkan ibadah, membangunkan keluarganya untuk beribadah, serta menghidupkan malam dengan berbagai amal kebaikan.

Karena itu, selain melaksanakan salat tarawih, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, berzikir, memperbanyak istighfar, bersedekah, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Dengan memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan sebaik mungkin, seorang Muslim memiliki kesempatan besar untuk meraih ampunan, rahmat, serta pahala yang berlimpah dari Allah SWT.


Topik

Agama Salat Tarawih keutamaan salat tarawih ramadan puasa ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Probolinggo Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

Sri Kurnia Mahiruni

Agama

Artikel terkait di Agama